Full Materi e-Ducation

Just another WordPress.com weblog

Penguraian Mendalam Kode Etik

with one comment

1. Kode Etik

Pengertian Kode Etik
Kode Etik merupakan aturan-aturan susila, atau sikap akhlak yang ditetapkan bersama dan ditaati bersama oleh para anggota, yang tergabung dalam suatu kumpulan atau organisasi (organisasi profesi). Oleh karena itu, kode etik merupakan suatu bentuk persetujuan bersama, yang timbul secara murni dari diri pribada para anggota. Kode etik merupakan serangkaian ketentuan dan peraturan yang disepakati bersama guna mengatur tingkah laku para anggota organisasi. Kode etik lebih meningkatkan pembinaan anggota sehingga mampu memberikan sumbangan yagn berguna dalam pengabdiannya di masyarakat. Salah satu contoh kode etik yang sering anda dengan misalnya kode jurnalistik, kode etik hacker, dll.

2. Etika Jabatan

Pengertian Etika Jabatan
Apakah yang dimaksud jabatan itu? Istilah jabatan berasal dari job (inggris). Kata job sendiri diterjemahkan dengan berbagai istilah. Ada yang menerjemahkan dengan kata pekerjaan, ada pula yang menerjemahkan dengan kata tugas. Istilah yang paling sering dipergunakan ialah kata jabatan. Lalu apa pengertian jabatan yang sebenarnya? Jabatan atau job position adalah merupakan kelompok position yang sama dalam suatu perusahaan. Yang mana position adalah sekelompok satuan tugas yang dilakukan hanya oleh seorang pegawai. Sedangkan Job lebih condong didefinisikan sebagai kelompok position yang mengandung banyak persamaan dalam tugas, pengetahuan dan tanggung jawab yang berhubungan dengan perseorangan. Job menunjukkan apa yang dilakukan bukan orang lain yang mengerjakan.

Dengan demikian, yang dimaksud dengan etika jabatan adalah norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah, ukuran-ukuran yang diterima dan ditaati oleh para pegawai, yang berupa peraturan-peraturan atau hal-hal yang sudah merupakan kebiasaan (positif), dan dianggap setiap pegawai sudah mengetahui dan melaksanakannya.

Etika jabatan sangat penting dalam rangka pembinaan pegawai negeri untuk menigkatkan mutu serta mewujudkan aparatur negara yang bersih dan berwibawa. Di samping itu, dengan melaksanakan etika jabatan, akan mampu menciptakan suatu sistem pangkat dan jabatan yang baik dan sehat di negara kita.

Sumber: Drs. lg. Wursanto, Etika Komunikasi Kantor, kanisius, Yogyakarta, 2003, hal. 21-24

Written by singlecrew

Februari 9, 2008 pada 10:35 am

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan Umum

Tagged with

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Melihat kondisi para aparatur dan pegawai negeri saat ini, sedih rasanya. Sekilas, jauh dari kesan paham akan etika yang diakui. Sangat disayangkan memang….tapi sudahlah nggak ada gunanya di pikirkan….

    Materi Schools

    Februari 9, 2008 at 11:37 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: